Rabu, 16 April 2025

MENGANALISIS JURNAL MENGGUNAKAN TEKNIK PICO

        Konsep PICO diperkenalkan pada tahun 1995 oleh Richardson et al. untuk memecah pertanyaan klinis menjadi kata kunci yang dapat dicari. Kerangka kerja PICO dan variasinya dikembangkan untuk menjawab pertanyaan terkait kesehatan. PICO adalah rumus mnemonik yang awalnya dikembangkan untuk membantu peneliti menyusun pertanyaan penelitian saat merancang sebuah studi. 

– info@csap-uk.net (Critical Appraisal Skills Programme/website)

 

Element

Pertanyaan Penelitian

P

Population / Patient / Problem

Populasi atau kelompok pasien manakah yang ditangani oleh para peneliti? Hal ini juga dapat merujuk pada masalah yang sedang diselidiki.

I

Intervention

Intervensi apa yang diterima kelompok intervensi?

C

Comparison / Control

Apakah ada kelompok kontrol, dan jika ada, intervensi apa yang diterima kelompok kontrol?

O

Outcome 

Hasil apa yang diukur dan bagaimana?


Manfaat kerangka kerja PICO 

        Kerangka kerja PICO merupakan model yang paling banyak digunakan untuk menyusun pertanyaan klinis karena mencakup setiap elemen kunci yang dibutuhkan untuk pertanyaan yang terfokus. Kerangka kerja ini dapat membantu Anda menyusun pertanyaan yang berfokus pada isu terpenting bagi pasien, masalah, atau populasi. Kerangka kerja ini membantu mengidentifikasi istilah kunci yang akan digunakan dalam pencarian bukti dan memilih hasil yang berhubungan langsung dengan situasi. 

Kekurangan kerangka kerja PICO 

        PICO sebagian besar berfokus pada pertanyaan klinis intervensi (atau terapi). PICO mungkin kurang cocok untuk jenis pertanyaan lain (seperti penelitian kualitatif) karena tidak memperhitungkan beberapa kerumitan seperti mempertimbangkan kelayakan, konteks, dan penerimaan sosial budaya. 

Cara menggunakan kerangka PICO untuk penilaian kritis 

        PICO dapat berguna dalam penilaian kritis untuk membantu mengidentifikasi apakah penyelidik atau peneliti yang melakukan Uji Coba Terkendali Acak/ conducting a Randomised Controlled Trial (RCT) telah memahami dengan jelas elemen dasar Hipotesis Penelitian atau Pertanyaan Penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar